Tampilkan postingan dengan label Menulis Iseng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis Iseng. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Juni 2013

Tulisan Mengungkap Kisah Tanpa Rasa

Seiring dengan perkembangan jaman saat ini, informasi sangat diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik dari masyarakat lapisan paling bawah sampai pada masyarakat lapisan paling atas. Tentunya tidak sembarangan sumber informasi bisa kita jadikan acuan dalam mengambil keputusan atau mengambil langkah konkrit berikutnya. Semua semestinya didasari oleh beberapa indicator yang dapat dijadikan acuan, salah satunya adalah konkribilitas narasumber dan penyampaian informasi dari penulis.

Dijaman modernisasi saat ini, informasi dapat diakses dan dipublikasikan dengan sangat mudah dari berbagai kalangan masyarakat baik melalui media Elektronik maupun melalui media cetak. Didalam penyampaian informasi tersebut telah banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan nilai-nilai norma yang berlaku didalam kehidupan masyarakat sehingga tidak menutup kemungkinan terjadinya konflik diantara penerima informasi tersebut. Sehingga konkribilitas didalam menulis perlu memperhatikan unsur-unsur zara dan pemicu konflik yang dapat mengacu pada munculnya konflik-konflik yang tidak kita inginkan.


Melalui kesempatan ini besar harapan saya untuk dapat ikut berlatih dalam kegiatan Pelatihan menulis warga yang diselenggarakan oleh Sloka institut ini, sehingga harapan saya nanti kedepannya dapat menghasilakan “Tulisan Untuk Mengungkap Kisah Tanpa Rasa”. karena dari tulisan bisa mewakili beribu-ribu kisah yang nantinya dapat menyampaikan informasi dijamannya sekarang ataupun dijaman yang akan datang. Melalui tulisan penulis dapat hidup berjuta-juta tahun untuk menceritakan kisah yang ditulis, dimana sekiranya informasi dalam tulisan tersebut mengungkap sebuah kisah tanpa mengubah norma-norma yang sedang berlaku sehingga tidak memberikan informasi yang salah kepada penerima informasi tersebut(M-J).

Informasi Latihan Menulis kerja sama Nusa Penida Media dengan Sloka Institude

Selasa, 07 Mei 2013

Goresan Kisah Tanpa Judul


Mencari Makna di balik peristiwa
Menahan sakit perih di dada
Melepas Beban yang terbelenggu
Mengukir kenangan untuk hari esok

Aku disini
Berdiri tegak diatas ibu pertiwi
Menahan panas terik mentari
menggigil kedinginan di barak penuh kenangan

Senyum, Canda dan Tawa
Bercampur baur dikala senja
Mengikis sedih yang mendera
Membangun harapan penuh semangat


(*Cerita akhir yang dapat tertuliskan ketika perasaan tak menentu By: Mank Jarot [Oka Sanjaya] Latsarmil-2013)

Selasa, 26 Februari 2013

Belajar Menulis Realita Dengan Hati Bersama Kelas Menulis Jurnalistik Warga Menginap Bersama, Mengungkap Cerita


Saya langsung saja menyampaikan niat saya kenapa saya tertarik mengikuti latihan penulisan “Kelas Menulis Jurnalisme Warga Menginap Bersama, Mengungkap Cerita ” ini, alasan pertama, saya tidak bisa menulis, mungkin benar kata orang bijak “ala bisa karena terbiasa” ungkapan yang tidak asing lagi menggambarkan perasaan saya saat ini “saya tidak bisa menulis karena saya belum terbiasa menulis”, mungkin dengan mengikuti pelatihan menulis ini saya akan menjadi terbiasa dalam menulis. Kedua, banyak hal yang ingin saya sampaikan lewat tulisan, banyak imajinasi yang terlewatkan begitu saja tanpa ada yang terekam dalam sebuah tulisan yang mana imajinasi tersebut berlalu dan berlahan-lahan terkikiskan oleh waktu. ketiga saya tidak bisa berbicaara di depan orang banyak, pasti tangan dan kaki gemetar oleh karena itu saya ingin berbicara lewat tulisan dan semua orang yang membaca tulisan saya bisa menerima informasi yang ingin saya sampaikan. Keempat, letak geografis yang berada di seberang laut (Pulau Nusa Penida) sehingga sulit untuk dijangkau oleh para jurnalis mengakibatkan banyak hal yang semestinya terekspos dan mendapatkan perhatian public berlalu begitu saja bagaikan angin lalu, oleh sebab itu hati terketuk untuk belajar menulis dan semoga dapat bermanfaat nantinya.
Rencana awal ingin ikut palatihan ini agar bisa dipakai untuk plesbeck memory mencatat semua kenangan baik atau buruk yang pernah terjadi dalam kehidupan pribadi. Tapi melihat perkembangan situasi dan kondisi saat ini dengan berkembangnya teknologi besar keinginan untuk mengembangkan blog saya dengan mengisi tulisan tentang setiap kejadian sebagai berita dan ungkapan isi hati. Selain itu, rencana lain adalah membuat suatu komunitas yang didalamnya membangun website berita yang berkontribusi meliput setiap kejadia-kejadian penting dimasyarakat, berpartisipasi dalam peran pers sebagai pilar demokrasi. Harapan lainnya adalah terbentuk jurnalis-jurnalis warga yang ada disetiap warga itu sendiri , mengabarkan berita menjadi ujung tombak transparansi kebijakan-kebijakan public. Besar harapan saya bisa lolos dalam seleksi “kelas menulis jurnalisme warga menginap bersama, mengungkap cerita” ini sehingga bisa terwujud angan dan harapan yang selama ini terpendam.

Best Regard :
Djarot-NP

Senin, 25 Februari 2013

Cerita Tempo Duloe "Angan Yang Tak Tercapai"


Tak pernah aku membayangkan kalo perasaan ini tak bisa aku pungkiri. Semakin hari aku mencoba untuk melupakannya malahan semakin besar tumbuh perasaan ingin memilikinya.

Sempat terlintas di pikiran, kalau aku tak akan mungkin bisa memiliki walupun hanya sekejap saja. Harapan hanyalah tinggal harapan semata, mungkin akan terkubur di hati yang akan terlapisi dengan tembok beton dengan campuran yang serba super…he…

Diwaktu yang lain aku juga sempat membayangkan kalau dia yang aku harapkan akan bisa menerima aku apa adanya dengan segala kekurangan yang aku miliki. Di saat itulah aku membayangkan sesuatu yang terindah yang akan terjadi dalam hidupku. Setelah aku terbangun dari hayalan, yang menyelimuti pikiranku hanyalah kesedihan, kekecewaan, ketakberdayaan pada diri sendiri. Terkadang aku juga sesali pikiran seperti itu, kenapa aku memikirkan hal yang nantinya malahan akan membuat pikiran menjadi sedih dan kacau.

Dia yang sekarang jauh, kurasa tak akan mungkin bisa kudekati dan kumiliki. Aku Cuma bisa berharap agar dia selalu bahagia dengan kehidupannya sekarang maupun yang akan datang walaupun dia tak harus menjadi milikku.

Dia yang selalu aku puja dan aku puji, walau tak sempat aku ungkapkan dan tak pernah dia tahu, tapi aku ingin dia merasakan kalau aku menyayangi dia dengan sepenuh hatiku. Aku punya keyakinan kalau perasaan yang tulus diimbangi dengan doa yang tulus untuk memiliki, suatu saat akan menemukan titik terang yang akan mebawa diriku dan dirinya ke kehidupan yang lebih bermakna. Mungkin garis takdir akan berjalan sesuai dengan goresan yang sudah terencana oleh beliau. He...he... so pasti ooooo.....

I Love You Full..... waaaaaaaaaa..... haaaaaaa..... (masa-masa mbah Surip tenar)

Selasa, 15 November 2011

"di mana saja agar supaya selalu rukun dengan Sesama"

Di antara sekian banyak pesan I Bape tyang,  -------ketika setiap kesempatan saya ada disampingnya, yang saya ingat adalah bahwa "di mana saja  agar supaya selalu rukun dengan sesama". Pesan itu terasa sederhana. Tanpa diingatkannya pun sebenarnya siapapun sudah tahu,  bahwa kerukunan adalah  penting bagi siapa saja. Namun demikian,  Bape tyang selalu mengingatkannya. Seakan-akan, saya belum atau  tidak mengerti tentang arti kerukunan itu.
Arti rukun  yang dimaksudkan itu  juga sederhana saja.  Bahwa  beberapa orang dianggap rukun manakala mereka tidak selalu bertengkar sekalipun berbeda pendapat atau bahkan pendapatan. Mereka tidak saling  bermusuhan, saling merendahkan, menyakiti hatinya dan lain-lain. Sebaliknya sekelompok orang dianggap rukun manakala di antara mereka saling menyayangi, tolong menolong,  menghargai, mau berbicara bersama, bahkan juga selalu tertawa bersama-sama.
Orang yang suka berebut, mengalahkan lainnya,  dan apalagi tega jika temannya menderita dan apalagi celaka, maka  mereka disebut gagal menjaga kerukunan.  Umumnya orang  merasa sedih manakala mendengar orang tidak bisa menjaga kerukunan. Oleh karena itu  tatkala berhasil  menjaga kerukunan dianggap prestasi. Pada kenyataan nya  tidak semua orang berhasil melakukan hal itu.
Pesan  orang tua yang semula saya anggap sederhana itu ternyata memang tidak mudah dilaksanakan dan akhirnya menjadi bukan persoalan sederhana lagi. Rukun ternyata tidak mudah dijalankan oleh siapapun.  Seorang yang berpendidikan tinggi dan bahkan juga berjabatan tinggi sekalipun belum tentu berhasil  rukun dengan temannya.
Betapa sulitnya rukun itu diwujudkan, sehingga tidak sedikit   orang yang  sudah   bergelar Doktor (lulus S3) pun ,  ternyata  belum  tentu bisa rukun dengan teman-temannya. Selalu saja saya mendengar,  di antara mereka  saling terlibat konflik dan bahkan tidak saling menyapa.  Padahal menurut informasi yang saya dapatkan, sebab-sebab terjadinya konflik itu juga dari hal yang sangat sepele.
Orang yang tidak mampu  membangun kerukunan  tidak sedikit jumlahnya. Di mana-mana selalu terjadi. Oleh sebab itu, untuk  membuktikan tentang betapa sulitnya memerlihara kerukunan sangat mudah dilakukan.  Bahkan hingga di kampus-kampus perguruan tinggi, ternyata antar pimpinan, pimpinan  dengan dosen, antar sesama dosen, sesama mahasiswa, konflik menjadi hal biasa. Orang-orang di  perguruan  tinggi sekalipun,   terrnyata tidak menjamin  selalu bisa meredam konflik. Dari melihat kenyataan itu,saya menjadi berkesimpulan, bahwa ternyata merawat kerukunan  bukan perkara mudah. Pesan ibu saya tersebut, ternyata hingga kapan, kepada siapapun, dan di manapun masih selalu relevan.
Lebih berat lagi adalah  menjaga kerukunan   di dunia politik. Pertikaian antar intern dan antar partai politik selalu terjadi. Bahkan beberapa tahun terakhir, terkait dengan persoalan bank century, mafia pajak, hukum, proyek  pembangunan gedung DPR, menjadikan dunia politik diliputi oleh suasana konflik berkepanjangan.  Bahkan, antar lembaga-lembaga negara, misalnya antara presiden dengan DPR, kepolisian, kejaksaan, KPK dan lain-lain terlibat dalam konflik yang lama. Satu peristiwa selesai maka muncul kasus berikutnya, sehingga   para politikus  seolah-olah tidak pernah berhenti  dari menyelesaikan  konflik. Akhirnya kerukunan seperti menjadi barang mahal.
Namun anehnya, justru orang yang tidak berpendidikan tinggi,tidak sedikit yang berhasil menjaga kerukunan itu. Saya melihat sendiri, di antara beberapa sopir, satpam, petugas kebersihan, sekalipun mereka berpendidikan  rendah,  ternyata justru  bisa rukun. Di antara mereka  saling membantu, menghormati,  dan menghargai antar sesama.
Hal yang saya anggap aneh, beberapa orang tetangga saya, yang pekerjaan sehari-hari hanya sebagai tukang batu dan  kuli bangunan ternyata malah selalu rukun.  Pendidikan mereka  rendah dan demikian pula pengahasilannya sehari-hari   hanya cukup untuk memenuhi kebutuhannya  secara sederhana.  Suatu saat, saya pernah mencoba menanyakan, bagaimana mencari peluang kerja. Saya lihat, pekerjaan mereka selalu berpindah-pindah. Selesai mengerjakan proyek di satu tempat, mereka segera mendapatkan pekerjaan di tempat lain dan tidak pernah putus.   
Saya benar-benar kaget, bahwa di antara para tukang bangunan  dan kuli  tersebut ternyata  memiliki solidaritas yang tinggi. JIka  mereka tahu  bahwa terdapat temannya yang menganggur, -----sedang tidak memiliki pekerjaan, maka segera diajak bergabung. Sesama tukang atau kuli bangunan merasa tidak tega melihat temannya menanggung derita, tidak mendapatkan penghasilan.  Mendengar jawaban itu, saya menjadi sangat terharu, ternyata orang yang tidak berpendidikan cukup  justru mampu memelihara kerukunan.  
Memelihara kerukunan ternyata  tidak mudah. Padahal,  kemajuan   dan ketenteraman di mana-mana  baru akan terwujud manakala orang-orang yang tergabung dalam  kelompok atau organisasi itu  berhasil memelihara  kerukunan. Sementara, orang bisa rukun bukan karena  kepintaran atau ditentukan oleh tingkat pendidikannya, melainkan  oleh karena kearifannya. Sedangkan kearifan  ternyata tidak selalu  terjadi di kalangan  orang pintar atau berpendidikan.

Minggu, 08 Agustus 2010

Arti Sebuah Sahabat

hALLOWW Brow... APA KaBaR sEmUA???

** Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri

** Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

** Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...

** Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya..

** Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian..

** Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

** Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

** Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

** Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

** Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ???
Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??
Siapa yang ingin bersama anda saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??

MEREKALAH SAHABAT ANDA

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

** Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita

SAHABAT SEJATI AKAN ADA DI SEGALA LINI, PENDERITAAN, KEBAHAGIAAN, PERSELISIHAN, PERTENTANGAN, EMOSI, BAHKAN DALAM CINTA PUN PASTI ADA.

Rabu, 13 Januari 2010

Budaya Kita siapa Lagi yang harus Melestarikan?

Perhatian Generasi Muda di masa sekarang ini semakin sangat memprihatinkan, banyak Kebudayaan daerah yang terbelangkai tanpa ada yang memperhatikan. jangankan memperhatikan untuk mengembangkan, memperhatikan untuk perduli saja tidak, tak bisa kita bayangkan 10 tahun lagi kebudayaan kita seperti apa?

mungkin tidak bisa kita pungkiri, jika ada perhatian salah satu kebudayaan daerah itu mungkin karena ada sesuatu yang akan di dapat dari perhatian tersebut. sudah menjadi rahasia umum sasaran utama adalah uang,,,, seperti tran orang sebut sekarang "ada uang abang di sayang tidak ada uang abang di tendang". begitu juga dengan kebudayaan daerah kita sekarang jika sudah ada sinyal menghasilkan uang berbondong-bondong para pemilik modal mengaku sebagai peduli akan kebudayaan daerah... tapi, setelah lama berselang jika kebudayaan tersebut sudah tidak menghasilkan uang (pulus) dalam hatinya mungkin berkata "Emang gue pikirin apa". prihatin bukan??

itu sekilas gambaran umur tentang kebudayaan daerah yang semakin tidak di perhatikan jika tidak dapat menghasilkan banyak uang untuk para pemilik modal. berikut adalah sekilas tentang Kebudayaan tradisional yang sedikit mendapat perhatian dari kalangan pemilik modal. untuk informasi lebih jelas tentang kebudayaan tersebut dapat di akses pada situs : http://www.kaincepuk.0fees.net

Nusa Penida merupakan salah satu pulau yang terletak di wilayah provinsi Bali yang kehidupan masyarakatnya sangat dipengaruhi oleh kebudayaan tradisional. Berbagai pekerjaan yang ditekuni masyarakatnya tumbuh sejalan dengan karakter dari kebudayaannya sendiri. Salah satunya adalah kebudayaan tradisional Tenun kain Cepuk. Kegiatan ini secara turun-temurun dilakukan oleh penduduk Desa Tanglad yang terletak di wilayah tengah Nusa Penida. Hal ini selain sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari juga untuk melestarikan kebudayaan tradisional karena kain Cepuk digunakan sebagai pelengkap sarana upacara keagamaan, pakaian khas adat, dan pameran.

Kain Cepuk merupakan salah satu jenis hasil olahan tekstil masyarakat khas Nusa Penida yang berbeda dengan jenis kain di Bali seperti endek, songkét, perada, poléng, dan batik. Perbedaan ini nampak pada ornamen motif-motifnya yang khas. Motif dengan warna yang khas menggunakan bahan pewarna alami yang berasal dari tanaman seperti kayu Secang. Kain Cepuk merupakan kain khas Nusa Penida yang baru hanya dipasarkan di daerah Nusa Penida. Produksi kain Cepuk semakin menurun karena mengalami kendala dalam hal pemasaran, sehingga modal yang digunakan dalam pembuatan kain mengalami kekuranglancaran dana. Hal ini karena keadaan geografis Nusa Penida yang berupa kepulauan sehingga produk yang dipasarkan tidak dapat dijangkau oleh pembeli.

Masih kurangnya penerapan teknologi untuk mendukung pengembangan pemasaran, kurangnya pengetahuan tentang cara memasarkan hasil produksi agar dikenal oleh masyarakat luas, kurangnya publikasi sehingga masyarakat belum seluruhnya dapat mengenal kekhasan kain Cepuk tersebut merupakan kendala yang dihadapi oleh pengrajin Tenun Kain Cepuk. diharapkan dengan dikembangkannya sistem ini publikasi dan pemasaran hasil kerajinan Tenun Kain Cepuk Nusa Penida mengalami perkembangan yang lebih baik. baca selengkapnya : Ayo Kita Lestarikan Budaya Kita!!!!

My FaceBook : My Facebook Djarot_nusapenida@yahoo.com ^_^